628218425629
keiko.alkes@gmail.com
Penjualan dan Sewa Alat Kesehatan

Blog

Gambar Artikel
Kesehatan

BEKAM DAN DARAH KOTOR MITOS ATAU FAKTA DALAM PENGOBATAN TRADISIONAL

2026-02-19

Bekam adalah salah satu metode pengobatan tradisional yang telah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Di Indonesia, terapi ini cukup populer dan sering dikaitkan dengan istilah “mengeluarkan darah kotor.” Namun, apakah benar bekam mengeluarkan darah kotor? Ataukah istilah tersebut hanya bentuk penyederhanaan dari proses medis yang lebih kompleks?

Artikel ini akan membahasnya dari sisi sejarah, praktik, hingga sudut pandang medis modern.

Sejarah Singkat Terapi Bekam

Bekam (hijamah) telah dipraktikkan dalam berbagai peradaban kuno seperti di wilayah Timur Tengah, Tiongkok, dan Mesir. Dalam tradisi Islam, bekam juga dikenal sebagai salah satu metode pengobatan yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad, sehingga praktik ini memiliki nilai religius bagi sebagian umat Muslim.

Dalam pengobatan tradisional Tiongkok, bekam digunakan untuk melancarkan aliran energi (qi) dan darah. Sementara di Timur Tengah, bekam basah dilakukan dengan membuat sayatan kecil pada kulit untuk mengeluarkan darah.

Apa yang Dimaksud dengan “Darah Kotor”?

Secara medis, istilah “darah kotor” sebenarnya tidak dikenal. Dalam dunia kedokteran modern, darah dibagi menjadi:

  • Darah kaya oksigen (arteri)
  • Darah rendah oksigen (vena)

Darah yang mengalir dalam tubuh, baik dari arteri maupun vena, tetap merupakan bagian dari sistem sirkulasi yang normal. Tidak ada kategori khusus bernama “darah kotor” seperti yang sering dipahami masyarakat.

Istilah “darah kotor” dalam konteks bekam biasanya merujuk pada:

  • Darah yang dianggap mengandung racun atau sisa metabolisme
  • Darah yang stagnan (tidak lancar peredarannya)
  • Darah yang berwarna lebih gelap saat dikeluarkan

Namun secara ilmiah, tubuh sudah memiliki sistem detoksifikasi alami melalui hati, ginjal, dan sistem limfatik.

Bagaimana Proses Bekam Bekerja?

Pada bekam basah, terapis akan:

  1. Meletakkan cangkir khusus di atas kulit dan menciptakan tekanan negatif (vakum).
  2. Setelah beberapa menit, kulit disayat tipis.
  3. Cangkir dipasang kembali untuk mengeluarkan sejumlah darah.

Tekanan vakum ini dapat meningkatkan aliran darah lokal dan merangsang respons inflamasi ringan. Respons inilah yang diyakini membantu proses penyembuhan atau mengurangi nyeri pada beberapa kondisi.

Mitos atau Fakta?

Mitos: Bekam mengeluarkan darah kotor beracun dari tubuh.
Secara medis, tidak ada bukti bahwa darah yang keluar saat bekam mengandung “racun” khusus yang tidak bisa dikeluarkan tubuh sendiri.

Fakta: Bekam dapat memberikan efek terapeutik tertentu.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bekam dapat membantu:

  • Mengurangi nyeri otot dan sendi
  • Meredakan sakit kepala atau migrain
  • Membantu relaksasi

Efek ini kemungkinan berasal dari:

  • Peningkatan aliran darah lokal
  • Pelepasan endorfin
  • Respons imun ringan akibat sayatan kecil

Namun, manfaat ini bersifat terbatas dan tidak menggantikan pengobatan medis untuk penyakit serius.

Apakah Bekam Aman?

Bekam relatif aman jika dilakukan oleh terapis terlatih dengan alat steril. Risiko yang mungkin terjadi antara lain:

  • Infeksi pada area sayatan
  • Luka yang tidak higienis
  • Pusing atau lemas setelah terapi

Orang dengan kondisi tertentu seperti anemia berat, gangguan pembekuan darah, atau sedang mengonsumsi obat pengencer darah sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum menjalani bekam.

Kesimpulan

Istilah “darah kotor” dalam bekam lebih merupakan istilah tradisional daripada istilah medis. Secara ilmiah, tubuh manusia sudah memiliki mekanisme alami untuk membersihkan zat sisa dan racun. Namun demikian, bekam tetap memiliki nilai dalam pengobatan tradisional dan dapat memberikan manfaat tertentu, terutama dalam mengurangi nyeri dan meningkatkan relaksasi, jika dilakukan dengan benar dan aman. Pada akhirnya, bekam bukanlah sekadar mitos, tetapi juga bukan solusi ajaib untuk semua penyakit. Pendekatan terbaik adalah memadukan pemahaman tradisional dengan pengetahuan medis modern secara bijak.

Kategori

Artikel Terbaru