628218425629
keiko.alkes@gmail.com
Penjualan dan Sewa Alat Kesehatan

Blog

Gambar Artikel
Kesehatan

CARA MENGGUNAKAN TOURNIQUET YANG BENAR UNTUK PROSEDUR VENIPUNKTUR

2026-06-30

Prosedur venipunktur atau pengambilan darah merupakan tindakan medis yang membutuhkan ketelitian dan teknik yang tepat. Salah satu alat yang berperan penting dalam proses ini adalah tourniquet. Penggunaan tourniquet yang benar dapat membantu memperjelas pembuluh darah vena sehingga proses pengambilan darah menjadi lebih mudah, cepat, dan nyaman bagi pasien.

Namun, jika digunakan secara tidak tepat, tourniquet dapat memengaruhi kualitas sampel darah bahkan meningkatkan risiko ketidaknyamanan pada pasien. Oleh karena itu, penting bagi tenaga kesehatan untuk memahami cara penggunaannya dengan benar.

Apa Itu Tourniquet?

Tourniquet adalah alat yang digunakan untuk memberikan tekanan sementara pada lengan dengan tujuan menghambat aliran darah vena tanpa menghentikan aliran darah arteri. Dengan demikian, vena akan tampak lebih jelas sehingga lebih mudah ditemukan saat prosedur venipunktur atau pemasangan infus.

Alat ini menjadi perlengkapan standar di rumah sakit, klinik, laboratorium, maupun fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.

Langkah-Langkah Menggunakan Tourniquet

Agar prosedur venipunktur berjalan dengan baik, berikut langkah-langkah penggunaan tourniquet yang benar:

1. Pasang Tourniquet pada Posisi yang Tepat

Lingkarkan tourniquet sekitar 7–10 cm di atas lokasi penusukan vena. Pastikan pemasangannya cukup kuat untuk menahan aliran darah vena, tetapi tidak terlalu kencang hingga menyebabkan rasa nyeri.

2. Minta Pasien Mengepalkan Tangan

Setelah tourniquet terpasang, minta pasien mengepalkan tangan secara perlahan tanpa memompa atau membuka-tutup kepalan berulang kali. Langkah ini membantu vena lebih mudah terlihat dan diraba.

3. Identifikasi Pembuluh Darah

Raba dan pilih vena yang paling sesuai untuk dilakukan venipunktur. Pastikan vena berada dalam kondisi baik dan mudah diakses.

4. Lakukan Venipunktur

Setelah area penusukan dibersihkan sesuai prosedur antiseptik, lakukan pemasangan jarum pada vena yang telah dipilih.

5. Lepaskan Tourniquet

Begitu darah mulai mengalir ke dalam tabung atau selang, segera lepaskan tourniquet. Langkah ini membantu menjaga kualitas sampel darah dan meningkatkan kenyamanan pasien.

6. Selesaikan Prosedur

Setelah pengambilan darah selesai, lepaskan jarum sesuai prosedur, kemudian tekan area bekas tusukan menggunakan kasa steril hingga perdarahan berhenti.

Hal yang Perlu Diperhatikan

Beberapa hal berikut penting untuk diperhatikan saat menggunakan tourniquet:

  • Jangan memasang tourniquet terlalu kencang.

  • Hindari membiarkan tourniquet terpasang terlalu lama karena dapat memengaruhi hasil pemeriksaan laboratorium.

  • Gunakan tourniquet yang bersih dan dalam kondisi baik.

  • Pastikan tourniquet dibersihkan atau diganti sesuai prosedur pengendalian infeksi yang berlaku.

  • Selalu ikuti standar operasional prosedur (SOP) di fasilitas pelayanan kesehatan.

Kesimpulan

Tourniquet merupakan alat sederhana yang memiliki peran penting dalam keberhasilan prosedur venipunktur. Penggunaan yang benar dapat membantu memperjelas pembuluh darah, meningkatkan keberhasilan pengambilan darah, serta memberikan kenyamanan bagi pasien. Dengan memahami teknik pemasangan dan pelepasan tourniquet yang tepat, tenaga kesehatan dapat memperoleh sampel darah yang berkualitas dan mendukung hasil pemeriksaan laboratorium yang lebih akurat.

Kategori

Artikel Terbaru