Flu dan pilek merupakan kondisi yang sering dialamibayi, terutama pada tahun pertama kehidupannya. Salah satu keluhan yang paling
mengganggu adalah hidung tersumbat akibat penumpukan ingus. Karena bayi belum
mampu meniup hidung sendiri, orang tua perlu mengetahui cara yang tepat, aman,
dan efektif untuk mengeluarkan ingus agar bayi bisa bernapas lega, tidur
nyenyak, dan tetap mau menyusu.
Mengapa Ingus
Perlu Dikeluarkan?
Ingus sebenarnya berfungsi sebagai pelindung alami
saluran pernapasan. Namun, saat flu jumlahnya meningkat dan menjadi kental
sehingga:
- Menyumbat
hidung bayi
- Mengganggu
pernapasan
- Menyulitkan
bayi menyusu
- Membuat
bayi rewel dan sulit tidur
Karena itu, pembersihan ingus perlu dilakukan
dengan cara yang benar agar tidak melukai hidung bayi.
Cara
Aman dan Tepat Mengeluarkan Ingus Bayi
1. Gunakan Cairan
Saline (NaCl 0,9%)
Cairan saline adalah larutan garam steril yang aman
untuk bayi.
- Teteskan
1–2 tetes ke setiap lubang hidung
- Tunggu
sekitar 30–60 detik agar ingus menjadi lebih encer
- Cara
ini bisa dilakukan beberapa kali sehari sesuai kebutuhan
2. Gunakan Alat
Penyedot Ingus (Nasal Aspirator)
Setelah ingus diencerkan:
- Gunakan
aspirator khusus bayi (bulb syringe atau aspirator manual)
- Tekan
alat terlebih dahulu, masukkan perlahan ke lubang hidung (jangan terlalu
dalam)
- Lepaskan
perlahan untuk menyedot ingus
- Lakukan
bergantian pada kedua lubang hidung
Gunakan maksimal 2–3 kali sehari agar tidak
mengiritasi hidung bayi.
3. Posisikan
Kepala Bayi Lebih Tegak
Menggendong bayi dengan posisi kepala sedikit lebih
tinggi membantu ingus mengalir keluar secara alami, terutama sebelum menyusu
atau tidur.
4. Manfaatkan Uap
Hangat
Uap hangat dapat membantu melegakan saluran napas:
- Ajak
bayi ke kamar mandi dengan air panas mengalir
- Biarkan
uap memenuhi ruangan selama 10–15 menit
- Pastikan
bayi tidak terkena air panas langsung
5. Bersihkan
Bagian Luar Hidung
Gunakan tisu lembut atau kain bersih untuk
membersihkan ingus yang keluar. Jika kulit sekitar hidung memerah, boleh
diolesi sedikit pelembap atau petroleum jelly khusus bayi.
Hal
yang Tidak Dianjurkan
- Mengorek
hidung bayi dengan cotton bud atau benda keras
- Menyedot
ingus terlalu sering
- Memberikan
obat flu tanpa anjuran dokter
- Meniup
hidung bayi dengan mulut karena berisiko menularkan kuman
Kapan
Harus ke Dokter?
Segera konsultasikan ke tenaga medis jika:
- Bayi
tampak sulit bernapas
- Napas
berbunyi grok-grok atau cepat
- Bayi
tidak mau menyusu
- Disertai
demam tinggi
- Ingus
berwarna hijau pekat atau kuning kental
- Flu
berlangsung lebih dari 7–10 hari
- Bayi
berusia di bawah 3 bulan
Kesimpulan
Mengeluarkan ingus bayi saat flu perlu dilakukan dengan lembut, aman, dan tidak berlebihan. Penggunaan cairan saline dan alat penyedot khusus bayi adalah metode paling dianjurkan. Dengan perawatan yang tepat, pernapasan bayi akan lebih lega dan proses pemulihan pun berjalan lebih baik.