Pot sampel merupakan salah satu peralatan penting dalam berbagai bidang seperti medis, laboratorium, industri, dan penelitian ilmiah. Meskipun bentuknya kecil dan tampak sederhana, pot sampel memiliki peran yang sangat vital dalam menjaga kualitas, keamanan, dan akurasi data yang dihasilkan dari suatu sampel. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang fungsi, jenis, dan cara penggunaan pot sampel yang benar. Apa Itu Pot Sampel? Pot sampel adalah wadah kecil yang digunakan untuk menampung, menyimpan, dan mengangkut sampel cair atau padat seperti urin, feses, sputum (dahak), air, tanah, makanan, bahan kimia, dan lain sebagainya. Pot ini umumnya terbuat dari bahan plastik atau kaca dan tersedia dalam berbagai ukuran serta desain tergantung kebutuhan penggunaannya. Fungsi Pot Sampel Pot sampel digunakan dalam berbagai konteks, dan fungsinya bisa berbeda-beda tergantung bidangnya. Beberapa fungsi umum pot sampel meliputi: Penyimpanan Sampel Sementara Transportasi Sampel Mencegah Kontaminasi Pelabelan dan Identifikasi Jenis-Jenis Pot Sampel Terdapat berbagai jenis pot sampel yang digunakan berdasarkan bentuk, ukuran, material, dan kegunaan spesifik: Berdasarkan Material Plastik (Polypropylene/Polystyrene) ringan, tidak mudah pecah, dan umumnya digunakan untuk sampel medis. Kaca lebih tahan terhadap bahan kimia keras dan panas, cocok untuk pengujian laboratorium kimia. Berdasarkan Jenis Tutup Tutup Sekrup (Screw Cap) menjamin kekedapan, mencegah kebocoran. Flip-Top (Tutup Engsel) praktis untuk pengambilan sampel cepat. Berdasarkan Sterilisasi Steril digunakan untuk sampel medis atau mikrobiologi, biasanya sekali pakai. Non-steril digunakan untuk keperluan umum atau non-medis, bisa digunakan ulang setelah disterilisasi. Berdasarkan Ukuran Umumnya tersedia dari 30 mL, 60 mL, hingga 120 mL, tergantung volume sampel yang dibutuhkan. Cara Penggunaan Pot Sampel yang Benar Agar hasil analisis akurat dan tidak terkontaminasi, penting untuk menggunakan pot sampel dengan prosedur yang tepat: Pastikan tangan bersih atau gunakan sarung tangan saat menangani pot. Gunakan pot steril untuk kebutuhan medis atau mikrobiologi. Ikuti prosedur standar sesuai jenis sampel (misal: urin pagi pertama untuk pemeriksaan urin lengkap). Hindari menyentuh bagian dalam pot atau tutupnya. Tutup pot rapat-rapat untuk mencegah kebocoran. Beri label dengan informasi yang lengkap: nama, tanggal, waktu, dan jenis sampel. Simpan di suhu yang sesuai (beberapa sampel perlu disimpan di suhu dingin). Kirim ke laboratorium secepat mungkin setelah pengambilan. Pot sekali pakai harus dibuang di tempat limbah medis. Pot yang dapat digunakan ulang harus disterilkan sebelum dipakai lagi. Kesimpulan Pot sampel mungkin terlihat sepele, namun memiliki peranan besar dalam menjamin validitas hasil analisis di berbagai bidang. Dengan memahami fungsi, memilih jenis yang tepat, dan menggunakannya secara benar, kita bisa memastikan bahwa proses pengambilan hingga analisis sampel berjalan optimal, aman, dan efisien. Referensi
Menyimpan sampel sebelum dianalisis di laboratorium atau fasilitas pemeriksaan.
Mengangkut sampel dari lokasi pengambilan ke tempat analisis dengan aman dan higienis.
Dengan sistem penutup rapat dan bahan steril, pot sampel mencegah kontaminasi silang antara sampel atau lingkungan sekitar.
Biasanya dilengkapi label atau permukaan penulisan untuk identifikasi sampel dengan informasi pasien, tanggal, atau kode penelitian.1. Persiapan
2. Pengambilan Sampel
3. Penutupan dan Pelabelan
4. Penyimpanan dan Transportasi
5. Pembuangan