628218425629
keiko.alkes@gmail.com
Penjualan dan Sewa Alat Kesehatan

Blog

Gambar Artikel
Kesehatan

KESALAHAN PENGGUNAAN KURSI BAB YANG HARUS DIHINDAR

2026-05-14

Kursi BAB atau commode chair merupakan alat bantu kesehatan yang membantu lansia dan pasien dengan keterbatasan mobilitas saat buang air. Penggunaan kursi BAB yang tepat dapat meningkatkan kenyamanan dan keamanan pengguna. Namun, jika digunakan secara sembarangan, alat ini justru dapat meningkatkan risiko cedera maupun ketidaknyamanan.

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui beberapa kesalahan penggunaan kursi BAB yang sering terjadi agar penggunaannya tetap aman dan higienis.

1. Tidak Memastikan Kursi dalam Posisi Stabil

Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah menggunakan kursi BAB di permukaan lantai yang tidak rata atau licin. Kondisi ini dapat menyebabkan kursi bergeser dan meningkatkan risiko jatuh. Pastikan kursi diletakkan di permukaan yang datar dan kaki anti slip berfungsi dengan baik sebelum digunakan.

2. Menggunakan Kursi yang Tidak Sesuai Kapasitas Beban

Setiap kursi BAB memiliki kapasitas beban tertentu. Menggunakan kursi melebihi kapasitas dapat menyebabkan rangka cepat rusak atau tidak stabil saat digunakan. Sebelum membeli, periksa spesifikasi produk dan sesuaikan dengan kebutuhan pengguna.

3. Jarang Membersihkan Kursi BAB

Kursi BAB yang tidak dibersihkan secara rutin dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri dan menimbulkan bau tidak sedap.  Wadah penampung dan dudukan sebaiknya dibersihkan setiap selesai digunakan agar tetap higienis dan aman bagi pengguna.

4. Mengabaikan Kondisi Kursi yang Rusak

Rangka longgar, baut kendur, roda macet, atau dudukan retak merupakan tanda kursi BAB perlu diperbaiki atau diganti. Menggunakan kursi dalam kondisi rusak dapat membahayakan pengguna. Lakukan pemeriksaan rutin untuk memastikan seluruh bagian kursi masih berfungsi dengan baik.

5. Salah Memindahkan Pasien ke Kursi BAB

Memindahkan pasien secara terburu-buru atau tanpa bantuan yang tepat dapat menyebabkan pasien kehilangan keseimbangan dan terjatuh. Gunakan pegangan tangan pada kursi dan bantu pasien secara perlahan agar lebih aman dan nyaman.

6. Menempatkan Kursi BAB di Area Sempit

Menaruh kursi BAB di area yang terlalu sempit dapat menyulitkan pengguna maupun caregiver saat membantu pasien. Pastikan terdapat ruang yang cukup agar pengguna dapat duduk dan berdiri dengan lebih mudah.

7. Tidak Mengunci Roda pada Kursi BAB

Untuk kursi BAB yang memiliki roda, salah satu kesalahan umum adalah lupa mengunci roda sebelum digunakan. Hal ini dapat membuat kursi bergerak tiba-tiba dan meningkatkan risiko jatuh. Selalu pastikan roda terkunci sebelum pasien duduk atau berdiri.

8. Menggunakan Kursi BAB untuk Fungsi yang Tidak Sesuai

Beberapa orang menggunakan kursi BAB sebagai tangga atau tempat duduk biasa dalam waktu lama. Penggunaan yang tidak sesuai fungsi dapat mempercepat kerusakan alat dan mengurangi keamanan pengguna. Gunakan kursi sesuai petunjuk dan fungsi utamanya.

Kesimpulan

Penggunaan kursi BAB yang tepat sangat penting untuk menjaga keamanan dan kenyamanan lansia maupun pasien. Kesalahan seperti penggunaan di lantai licin, jarang membersihkan alat, menggunakan kursi rusak, atau lupa mengunci roda perlu dihindari. Dengan penggunaan dan perawatan yang benar, kursi BAB dapat menjadi alat bantu yang aman, higienis, dan membantu aktivitas sehari-hari pengguna.