Kursi
BAB atau commode chair merupakan alat bantu kesehatan yang membantu
lansia dan pasien dengan keterbatasan mobilitas saat buang air. Penggunaan
kursi BAB yang tepat dapat meningkatkan kenyamanan dan keamanan pengguna.
Namun, jika digunakan secara sembarangan, alat ini justru dapat meningkatkan
risiko cedera maupun ketidaknyamanan.
Oleh
karena itu, penting untuk mengetahui beberapa kesalahan penggunaan kursi BAB
yang sering terjadi agar penggunaannya tetap aman dan higienis.
1.
Tidak Memastikan Kursi dalam Posisi Stabil
Salah satu kesalahan yang
sering terjadi adalah menggunakan kursi BAB di permukaan lantai yang tidak rata
atau licin. Kondisi ini dapat menyebabkan kursi bergeser dan meningkatkan
risiko jatuh. Pastikan kursi diletakkan di permukaan yang datar dan kaki anti
slip berfungsi dengan baik sebelum digunakan.
2.
Menggunakan Kursi yang Tidak Sesuai Kapasitas Beban
Setiap kursi BAB memiliki kapasitas beban
tertentu. Menggunakan kursi melebihi kapasitas dapat menyebabkan rangka cepat
rusak atau tidak stabil saat digunakan. Sebelum membeli, periksa spesifikasi
produk dan sesuaikan dengan kebutuhan pengguna.
3.
Jarang Membersihkan Kursi BAB
Kursi BAB yang tidak dibersihkan secara
rutin dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri dan menimbulkan bau tidak
sedap. Wadah penampung dan dudukan
sebaiknya dibersihkan setiap selesai digunakan agar tetap higienis dan aman
bagi pengguna.
4.
Mengabaikan Kondisi Kursi yang Rusak
Rangka longgar, baut kendur, roda macet,
atau dudukan retak merupakan tanda kursi BAB perlu diperbaiki atau diganti.
Menggunakan kursi dalam kondisi rusak dapat membahayakan pengguna. Lakukan
pemeriksaan rutin untuk memastikan seluruh bagian kursi masih berfungsi dengan
baik.
5.
Salah Memindahkan Pasien ke Kursi BAB
Memindahkan pasien secara terburu-buru
atau tanpa bantuan yang tepat dapat menyebabkan pasien kehilangan keseimbangan
dan terjatuh. Gunakan pegangan tangan pada kursi dan bantu pasien secara
perlahan agar lebih aman dan nyaman.
6.
Menempatkan Kursi BAB di Area Sempit
Menaruh kursi BAB di area yang terlalu
sempit dapat menyulitkan pengguna maupun caregiver saat membantu pasien. Pastikan
terdapat ruang yang cukup agar pengguna dapat duduk dan berdiri dengan lebih
mudah.
7.
Tidak Mengunci Roda pada Kursi BAB
Untuk kursi BAB yang memiliki roda, salah
satu kesalahan umum adalah lupa mengunci roda sebelum digunakan. Hal ini dapat
membuat kursi bergerak tiba-tiba dan meningkatkan risiko jatuh. Selalu pastikan
roda terkunci sebelum pasien duduk atau berdiri.
8.
Menggunakan Kursi BAB untuk Fungsi yang Tidak Sesuai
Beberapa orang menggunakan kursi BAB
sebagai tangga atau tempat duduk biasa dalam waktu lama. Penggunaan yang tidak
sesuai fungsi dapat mempercepat kerusakan alat dan mengurangi keamanan
pengguna. Gunakan kursi sesuai petunjuk dan fungsi utamanya.
Kesimpulan
Penggunaan kursi BAB yang tepat sangat penting untuk menjaga keamanan dan kenyamanan lansia maupun pasien. Kesalahan seperti penggunaan di lantai licin, jarang membersihkan alat, menggunakan kursi rusak, atau lupa mengunci roda perlu dihindari. Dengan penggunaan dan perawatan yang benar, kursi BAB dapat menjadi alat bantu yang aman, higienis, dan membantu aktivitas sehari-hari pengguna.