Dalam kegiatan laboratorium, pot sampel berfungsi sebagai wadah penting untuk mengumpulkan, menyimpan, dan mengirimkan sampel sebelum dianalisis. Namun, banyak laboratorium masih melakukan kesalahan dalam penggunaannya yang dapat berdampak serius pada integritas sampel, validitas hasil uji, hingga keselamatan kerja. 1. Menggunakan Jenis Pot yang Tidak Sesuai dengan Jenis Sampel Menggunakan pot plastik untuk bahan kimia reaktif, atau pot kaca untuk bahan mudah pecah, merupakan contoh umum ketidaksesuaian wadah dengan karakteristik sampel. Kontaminasi atau degradasi sampel Reaksi kimia dengan bahan wadah Kehilangan senyawa target atau perubahan komposisi Pahami karakteristik sampel (asam, basa, organik, biologis, dll) Gunakan bahan wadah yang sesuai: Plastik (PP, HDPE) untuk sampel umum Kaca borosilikat untuk pelarut organik Wadah steril untuk mikrobiologi Wadah amber untuk sampel sensitif cahaya 2. Tidak Membersihkan atau Mensterilkan Pot Sebelum Digunakan (Jika Diperlukan) Menggunakan pot langsung dari kemasan tanpa mengecek kebersihan atau kesterilan — terutama untuk analisis mikrobiologi atau forensik. Kontaminasi silang Hasil analisis tidak valid Deteksi mikroorganisme atau zat yang tidak berasal dari sampel asli Gunakan pot steril sekali pakai bila perlu Bila menggunakan ulang, pastikan proses pencucian dan sterilisasi dilakukan sesuai SOP Hindari menyentuh bagian dalam pot dengan tangan atau alat yang tidak steril 3. Tidak Menutup Pot dengan Rapat atau Menggunakan Tutup yang Tidak Sesuai Tutup longgar, tidak terkunci, atau salah jenis (misalnya tutup ulir pada pot snap-on) dapat menyebabkan kebocoran atau penguapan. Hilangnya volume sampel Terpaparnya sampel terhadap udara atau kontaminan Tumpahan saat pengiriman Gunakan pot dengan tutup yang sesuai dan berkualitas baik Pastikan pot tertutup rapat setelah pengambilan sampel Gunakan segel atau label keamanan untuk memastikan integritas selama transportasi 4. Salah Label atau Tidak Melabeli Pot Sampel Pot tidak diberi label, atau label tidak lengkap (misalnya hanya menuliskan nama sampel tanpa tanggal, jenis analisis, atau nama pengambil sampel). Kebingungan identitas sampel Kesalahan interpretasi hasil Risiko audit dan ketidaksesuaian standar laboratorium Terapkan sistem pelabelan standar: Nama sampel Tanggal & waktu pengambilan Lokasi pengambilan Inisial petugas atau kode identifikasi Jenis analisis yang diminta Gunakan label tahan air/tahan bahan kimia 5. Mengisi Pot Sampel Terlalu Penuh atau Terlalu Sedikit Mengisi pot sampai penuh tanpa menyisakan ruang udara, atau terlalu sedikit sehingga tidak cukup untuk analisis ulang. Tidak ada ruang untuk ekspansi (sampel cair bisa tumpah atau menekan tutup) Tidak cukup volume untuk pengujian Risiko kesalahan pengukuran volume Isi pot sesuai panduan, biasanya 70–90% dari kapasitas Untuk analisis gas atau mikrobiologi, perhatikan instruksi teknis terkait headspace 6. Menggunakan Pot di Luar Masa Pakai (Expired) Menggunakan pot lama yang sudah melewati masa pakai atau disimpan di tempat yang tidak sesuai (terpapar panas, lembap, atau bahan kimia). Degradasi bahan pot Risiko kontaminasi atau kebocoran Tidak sesuai standar laboratorium Cek tanggal kedaluwarsa atau kondisi fisik pot sebelum digunakan Simpan pot sesuai petunjuk produsen Buat sistem rotasi stok (first in, first out) 7. Tidak Mematuhi Standar atau Prosedur Operasional Tetap (SOP) Mengambil sampel tanpa mengikuti protokol yang berlaku, termasuk jenis wadah, metode pengambilan, hingga suhu penyimpanan. Data tidak dapat diterima secara legal atau ilmiah Potensi penolakan oleh laboratorium penerima Pengulangan kerja dan pemborosan sumber daya Pastikan semua petugas memahami dan mengikuti SOP Lakukan pelatihan rutin terkait pengambilan dan penanganan sampel Gunakan checklist sebelum pengambilan sampel lapangan Kesimpulan Kesalahan dalam penggunaan pot sampel seringkali terlihat sepele, namun dampaknya bisa sangat besar terhadap validitas data, efisiensi kerja, dan bahkan keselamatan. Dengan memahami kesalahan-kesalahan umum seperti di atas, laboratorium dapat meningkatkan kontrol kualitas dan menjamin keandalan setiap hasil analisis.Kesalahan:
Dampak:
Solusi:
Kesalahan:
Dampak:
Solusi:
Kesalahan:
Dampak:
Solusi:
Kesalahan:
Dampak:
Solusi:
Kesalahan:
Dampak:
Solusi:
Kesalahan:
Dampak:
Solusi:
Kesalahan:
Dampak:
Solusi: