Pemeriksaan urine dapat membantu memberikan informasi mengenai kondisi kesehatan tertentu. Namun, sebelum dianalisis di laboratorium, sampel urine perlu dikumpulkan dan ditangani dengan benar. Kesalahan saat pengambilan sampel dapat meningkatkan risiko kontaminasi dan membuat hasil pemeriksaan kurang menggambarkan kondisi sebenarnya. Berikut beberapa kesalahan yang sebaiknya dihindari. Jangan menampung urine menggunakan gelas, botol bekas, atau wadah rumah tangga lainnya. Gunakan pot urine sampel yang sesuai dengan kebutuhan pemeriksaan. Untuk pemeriksaan yang memerlukan kondisi steril, gunakan wadah steril. Sebelum mengumpulkan sampel, ikuti petunjuk kebersihan yang diberikan oleh tenaga kesehatan atau laboratorium. Kebersihan penting untuk membantu mencegah masuknya kotoran atau mikroorganisme dari luar ke dalam sampel. Hindari menyentuh bagian dalam pot dan bagian dalam tutup dengan tangan. Sentuhan dapat menyebabkan kontaminasi yang berpotensi memengaruhi hasil pemeriksaan tertentu. Jenis pemeriksaan dapat menentukan cara pengambilan urine. Pada pemeriksaan tertentu, pasien mungkin diminta mengumpulkan urine porsi tengah (midstream). Karena itu, jangan mengubah prosedur sendiri dan ikuti instruksi yang diberikan. Sampel urine tidak boleh dicampur dengan air, sabun, tisu, atau bahan lainnya. Bahan tambahan dapat mengubah karakteristik sampel dan mengganggu pemeriksaan. Setelah urine ditampung, segera tutup pot dengan benar. Tutup yang tidak rapat dapat menyebabkan kebocoran atau kontaminasi selama sampel dibawa ke laboratorium. Jika laboratorium meminta pelabelan, pastikan identitas sampel ditulis sesuai petunjuk. Kesalahan identitas dapat menyebabkan sampel tertukar atau proses pemeriksaan terhambat. Urine merupakan spesimen biologis yang dapat mengalami perubahan jika dibiarkan terlalu lama. Karena itu, ikuti petunjuk laboratorium mengenai waktu dan cara penyimpanan serta pengiriman sampel. Jangan menyimpan sampel sendiri dalam waktu lama tanpa instruksi. Tidak selalu diperlukan untuk mengisi pot hingga penuh. Jumlah yang dibutuhkan bergantung pada jenis pemeriksaan. Ikuti jumlah sampel yang diminta oleh petugas atau laboratorium. Jika sedang menstruasi atau mengalami perdarahan dari saluran kemih, informasikan kepada tenaga kesehatan atau petugas laboratorium. Informasi tersebut dapat membantu petugas mempertimbangkan kemungkinan kontaminasi darah pada sampel dan menentukan langkah yang sesuai. Beberapa pemeriksaan urine memiliki persyaratan khusus, misalnya urine sewaktu, urine pagi, midstream urine, atau pengumpulan urine selama periode tertentu. Jangan menganggap semua pemeriksaan urine menggunakan cara pengambilan yang sama. Mengumpulkan sampel urine memang terlihat sederhana, tetapi cara pengambilan dan penanganannya dapat memengaruhi kualitas spesimen. Hindari menggunakan wadah sembarangan, menyentuh bagian dalam pot, mencampur sampel dengan bahan lain, menunda pengiriman tanpa petunjuk, atau mengabaikan instruksi laboratorium. ???? Sampel yang tepat membantu pemeriksaan berjalan lebih baik. Jadi, mulai dari wadahnya, cara mengambilnya, hingga menyerahkannya—semuanya perlu diperhatikan.???? 1. Menggunakan Wadah Sembarangan
???? 2. Tidak Memperhatikan Kebersihan
???? 3. Menyentuh Bagian Dalam Pot
???? 4. Tidak Mengikuti Instruksi Pengambilan Sampel
???? 5. Memasukkan Air atau Cairan Lain ke dalam Sampel
???? 6. Tidak Menutup Pot dengan Rapat
????? 7. Lupa Memberikan Identitas Sampel
? 8. Terlambat Menyerahkan Sampel
???? 9. Mengisi Pot Sampai Penuh
???? 10. Tidak Memberitahu Kondisi Khusus
???? 11. Mengambil Sampel Tanpa Mengikuti Petunjuk Khusus
Kesimpulan