628218425629
keiko.alkes@gmail.com
Penjualan dan Sewa Alat Kesehatan

Blog

Gambar Artikel
Kesehatan

KORSET THORACO LUMBO SACRAL ORTHOSIS (TLSO) DALAM TERAPI NON BEDAH SKOLIOSIS

2025-10-20

Skoliosis terutama Adolescent Idiopathic Scoliosis (AIS) merupakan kondisi di mana terjadi kelengkungan lateral dan rotasi dari tulang belakang. Jika tidak ditangani secara tepat, kelengkungan tersebut dapat bertambah dan memunculkan komplikasi seperti nyeri, gangguan fungsi pernapasan, estetika tubuh, dan bahkan kebutuhan bedah. Salah satu pendekatan utama non?bedah adalah penggunaan brace atau orthosis. Di antara berbagai jenis brace, jenis yang sangat banyak digunakan adalah TLSO (Thoraco?Lumbo?Sacral Orthosis) atau dalam bahasa Indonesia sering disebut korset TLSO.

Landasan Teoritis dan Mekanisme Kerja

Apa itu TLSO?

TLSO adalah orthosis yang membentang dari bagian toraks (thoracic) hingga ke bagian sakral/lumbal (lumbar/sacral), dengan tujuan memberi dukungan eksternal, kontrol rotasi dan lateral, serta menjaga atau memperbaiki postur tulang belakang. Korset TLSO umumnya terbuat dari bahan keras (seperti plastik termoset) yang dibentuk sesuai kontur tubuh pasien, dengan sistem sabuk pengikat untuk mengamankan posisi brace. Tujuannya mencakup:

  • Menghambat progresi kelengkungan (curve) selama masa pertumbuhan tulang belakang, pada kasus AIS.

  • Memberi koreksi in?brace (yaitu perubahan kelengkungan saat memakai brace) sebagai indikator kemungkinan keberhasilan terapi.

  • Mengurangi gejala (seperti nyeri atau ketidaknyamanan) pada pasien dewasa dengan skoliosis degeneratif. 

Mekanisme kerja secara praktis

Prinsip kerja TLSO meliputi:

  • Memberi gaya eksternal ke bagian kanan/kiri tubuh melalui shell brace, sehingga mengurangi beban lateral pada kurva besar dan membantu mengarahkan tulang belakang ke posisi yang lebih baik.

  • Membatasi gerakan rotasi dan lateral dynamic yang bisa memperparah kelengkungan.

  • Menstabilkan posisi panggul dan toraks agar sudut Cobb tidak bertambah cepat selama masa pertumbuhan atau degenerasi.

  • Meningkatkan “in?brace correction” yaitu seberapa banyak kelengkungan tereduksi saat brace dipakai. Semakin besar koreksi awal, semakin besar kemungkinan hasil yang baik.

Indikasi dan penggunaan

  • Pada AIS: usia remaja dengan kelengkungan (misalnya Cobb angle sekitar 20?40°) dan masih mengalami pertumbuhan (Risser sign rendah). 

  • Pada dewasa dengan skoliosis progresif atau nyeri terkait deformitas, sebagai terapi non?bedah untuk mengurangi gejala dan fungsi. 

  • Tidak selalu untuk semua kelengkungan. Pemilihan brace, waktu pemakaian, dan kepatuhan pasien sangat berpengaruh terhadap hasil.

Bukti Literatur: Apa Kata Penelitian?

Pada Remaja (AIS)

  • Dalam sebuah studi kontrol yang dilakukan di Puerto Rico (1995), kelompok yang memakai TLSO secara penuh dibandingkan dengan kontrol yang tidak memakai brace menunjukkan bahwa kelompok kontrol memiliki kemungkinan tiga kali lebih besar untuk menjalani operasi (OR?=?3.24) dan dua kali lebih besar untuk memiliki kelengkungan >?40°.

  • Studi yang membandingkan TLSO dengan jenis brace lain (seperti RSC brace) menunjukkan bahwa TLSO memiliki in?brace correction kira?kira 27?% dibandingkan RSC 49?% pada 6?minggu.

  • Dalam review oleh Society on Scoliosis Orthopaedic and Rehabilitation Treatment (SOSORT) dan lainnya, TLSO/rigid brace menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan brace fleksibel pada beberapa kondisi, namun keberhasilan sangat bergantung pada kepatuhan dan koreksi awal.

  • Dari perspektif kualitas hidup dan kepuasan pasien: satu studi menemukan bahwa dalam terapi brace (termasuk TLSO) pada AIS, aspek kualitas hidup dan kepuasan mempunyai peran penting karena pemakaian selama 16–18 jam/hari dapat mempengaruhi kehidupan sosial dan psikologis pasien.

Pada Dewasa

  • Review sistematis terhadap literatur penggunaan brace/orthosis pada skoliosis dewasa (1967?2018) menemukan bahwa meskipun bukti sangat terbatas dan berkualitas rendah, terdapat indikasi bahwa brace dapat mempunyai efek positif jangka pendek?menengah pada nyeri dan fungsi, meskipun perubahan sudut Cobb kurang konsisten.

  • Studi retrospektif 6?bulan pada pasien dewasa dengan skoliosis dan nyeri kronis menunjukkan bahwa kelompok yang memakai TLSO khusus malam hari (?7?jam per malam) memiliki perbaikan signifikan terhadap skor nyeri dibandingkan dengan brace prefabrikasi harian 2?4?jam, walaupun tidak terdapat perbedaan signifikan untuk skor fungsi utama atau kualitas hidup.

Catatan Kritis

  • Banyak penelitian memiliki risiko bias tinggi: banyak yang bersifat retrospektif, ukuran sampel kecil, kepatuhan memakai brace tidak selalu diukur secara objektif. 

  • Faktor kunci keberhasilan: koreksi awal in?brace yang baik, kepatuhan pemakaian (jam/day), desain brace yang tepat, pengawasan klinis. Sebaliknya, tanpa kontrol yang baik dari faktor?faktor tersebut, efektivitas bisa jauh berkurang.

Praktik Klinis Implementasi di Lapangan

Penilaian Pasien

Sebelum memulai pemakaian TLSO, beberapa hal harus dievaluasi:

  • Usia, tingkat pertumbuhan (misalnya Risser sign, menarche) untuk AIS.

  • Derajat sudut Cobb, lokasi kurva (toraks, torako?lumbal, lumbal), tipe kurva.

  • Kondisi fisik lainnya: kulit, kapasitas pernapasan (karena brace keras bisa membatasi ekspansi toraks), aktivitas harian.

  • Motivasi dan kemungkinan kepatuhan pasien serta keluarga.

  • Konsultasi dengan tim ortopedi, ortotik/prostetik, fisioterapis.

Fabrication dan Fit Brace

  • Brace TLSO dapat dibuat secara khusus (custom) menggunakan casting atau scan 3D tubuh pasien shell plastik yang presisi.

  • Fitur penting: lubang ventilasi, sabuk pengikat yang mudah disesuaikan, zona tekanan khusus untuk koreksi.

  • Pastikan pengukuran yang tepat (pinggang?pangkal paha, tinggi trokanter, kontur tulang belakang) agar brace tidak menyebabkan iritasi kulit atau pembatasan fungsi yang berlebihan.

  • Uji in?brace correction setelah pasien memakai brace, biasanya dilakukan rontgen (in?brace film) untuk melihat seberapa banyak sudut Cobb berkurang saat memakai brace. Hal ini merupakan indikator prognostik keberhasilan.

Jadwal Pemakaian dan Kepatuhan

  • Untuk AIS, umumnya disarankan pemakaian sepanjang waktu (misalnya 16?23?jam/hari) hingga pertumbuhan tulang berhenti atau hingga kurva stabil. Kepatuhan yang lebih rendah hasil yang kurang baik.

  • Untuk dewasa atau pasien dengan nyeri, bisa ada variasi: pemakaian malam hari atau pemakaian sebagian hari sesuai kondisi. Studi menunjukkan pemakaian malam untuk TLSO memberikan hasil pada nyeri.

  • Monitor pemakaian: idealnya ada sistem objektif (sensor waktu pemakaian) atau catatan pemakaian harian. Kepatuhan harus terus dievaluasi bersama tim.

Manajemen Pendukung

  • Fisioterapi latihan otot?paraspinal, mobilitas, postur, serta edukasi pasien tentang brace dan aktivitas yang sesuai.

  • Monitoring rutinnya pemeriksaan klinis setiap beberapa bulan, rontgen kontrol, evaluasi kepatuhan dan efek samping (seperti iritasi kulit, gangguan pernapasan, rasa tidak nyaman).

  • Edukasi pasien & keluarga jelaskan tujuan brace, pentingnya kepatuhan, konsekuensi bila tidak dipakai seperti progresi kurva atau kebutuhan bedah.

  • Adaptasi sosio?psikologis terutama pada remaja, pemakaian brace bisa berdampak psikologis tim harus siap memberi dukungan.

Efek Samping dan Tantangan

  • Iritasi kulit, nyeri tekan, kelemahan otot (jika brace terlalu lama tanpa latihan)

  • Ketidaknyamanan, keterbatasan aktivitas, gangguan pernapasan (terutama jika shell membatasi ekspansi toraks)

  • Kepatuhan yang rendah menjadi tantangan utama tanpa pemakaian yang cukup jam?hari, efektivitas menurun drastis.

  • Dalam literatur dewasa, hasil terhadap sudut Cobb sering kurang signifikan, sehingga tujuan utama bisa lebih ke nyeri dan fungsi daripada koreksi besar kelengkungan.

Tips Praktis untuk Penggunaan di Indonesia

  • Pastikan orthotik/prostetik yang membuat brace TLSO memiliki pengalaman dan fasilitas yang memadai: scan atau casting yang akurat, material yang baik, ruang ventilasi, desain ergonomis.

  • Koordinasi tim: ortoped, fisioterapis, ortotik, dan pasien/family penting untuk keberhasilan.

  • Buat kontrak kepatuhan: misalnya target jam pemakaian per hari dibuat bersama pasien, dan evaluasi rutin dilakukan.

  • Evaluasi in?brace correction secepat mungkin setelah fitting brace (misalnya 4?6?minggu) agar bisa re?adjust bila koreksi tidak memadai.

  • Pertimbangkan aspek kehidupan sehari?hari: sekolah, aktivitas sport, pakaian, kenyamanan semakin nyaman brace, kemungkinan dipakai lebih konsisten.

  • Edukasi keluarga tentang pentingnya pemakaian dan kontrol serta trik?trik supaya brace tidak menjadi beban psikologis: misalnya memilih warna yang disukai, desain yang sesuai, sesi berbagi pengalaman dengan pasien lain.

  • Pada pasien dewasa dengan nyeri skoliosis: brace mungkin tidak mengubah kurva secara radikal tapi bisa membantu mengurangi nyeri/meningkatkan fungsi penting untuk menetapkan target realistis bersama pasien.

  • Dokumentasikan penilaian awal (kelengkungan, nyeri, fungsi), sertakan catatan kepatuhan dan hasil evaluasi secara berkala ini penting untuk audit klinis dan pengembangan protokol lokal.

Kesimpulan

Penggunaan korset TLSO merupakan pilihan utama dalam terapi non?bedah skoliosis, dengan bukti yang cukup kuat terutama untuk pasien remaja dengan AIS jika digunakan dengan benar (koreksi in?brace yang baik, pemakaian konsisten, desain brace tepat). Untuk p

Kategori

Artikel Terbaru