628218425629
keiko.alkes@gmail.com
Penjualan dan Sewa Alat Kesehatan

Blog

Gambar Artikel
Kesehatan

MENGAPA TUBUH MERASA LEGA SETELAH DIKEROK?

2025-07-31

Bagi banyak orang Indonesia, kerokan adalah pertolongan pertama saat merasa meriang, pegal, atau masuk angin. Setelah dikerok, tubuh biasanya terasa lebih ringan, hangat, dan nyaman. Tapi sebenarnya, apa yang membuat tubuh merasa lega setelah kerokan? Apakah ini hanya sugesti, atau ada penjelasan ilmiahnya?

Ternyata, sensasi lega setelah kerokan bukan sekadar mitos. Berikut ini penjelasan ilmiah yang mendasarinya.

Apa Itu Kerokan?

Kerokan adalah metode tradisional yang dilakukan dengan menggosok permukaan kulit (biasanya punggung) menggunakan benda tumpul seperti logam (sendok atau koin), dengan bantuan minyak atau balsem. Gosokan ini menimbulkan guratan kemerahan hingga keunguan di kulit, yang sering dianggap sebagai “angin yang keluar”.

Walaupun konsep "angin dalam tubuh" tidak dikenal dalam ilmu kedokteran modern, manfaat kerokan bisa dijelaskan melalui mekanisme biologis dan fisiologis tubuh.

1. Peningkatan Sirkulasi Darah Lokal

Saat kulit digosok dengan tekanan, terjadi stimulasi pada pembuluh darah kecil (kapiler) di bawah permukaan kulit. Hal ini menyebabkan:

  • Pelebaran pembuluh darah (vasodilatasi)

  • Peningkatan aliran darah ke area yang dikerok

Akibatnya, lebih banyak oksigen dan nutrisi mengalir ke otot-otot di sekitar area tersebut, serta membantu membuang sisa metabolisme seperti asam laktat yang bisa menumpuk dan menyebabkan pegal.

2. Pelepasan Endorfin dan Hormon Rasa Nyaman

Kerokan memberikan rangsangan tekanan ringan hingga sedang pada kulit. Rangsangan ini dapat merangsang pelepasan:

  • Endorfin – hormon yang menimbulkan perasaan senang dan nyaman

  • Serotonin – membantu mengatur mood dan mengurangi rasa sakit

Inilah mengapa setelah kerokan, tubuh bisa merasa relaks, lebih tenang, dan nyeri berkurang.

3. Efek Termal (Panas) dan Relaksasi Otot

Minyak atau balsem yang digunakan saat kerokan umumnya mengandung bahan-bahan seperti menthol, eucalyptus, atau jahe yang menghasilkan sensasi hangat di kulit. Rasa hangat ini:

  • Membantu melemaskan otot yang tegang

  • Merangsang aliran darah

  • Mengurangi rasa dingin atau menggigil (yang sering muncul saat masuk angin)

4. Stimulasi Saraf Sensorik

Gosokan saat kerokan memberikan tekanan ritmis yang menstimulasi saraf-saraf sensorik di kulit. Ini bisa menurunkan transmisi sinyal nyeri dari otot ke otak mekanisme ini dikenal sebagai "gate control theory of pain" dalam dunia medis. Singkatnya, kerokan dapat "mengalihkan" perhatian sistem saraf dari rasa sakit ke sensasi gosokan yang menenangkan.

5. Efek Psikologis dan Tradisi

Jangan remehkan kekuatan efek sugesti (placebo). Kerokan dilakukan secara turun-temurun dan erat kaitannya dengan rasa aman dan perawatan dari orang terdekat. Pengalaman ini bisa menimbulkan kenyamanan psikologis yang mempercepat pemulihan tubuh.

Apakah Kerokan Aman?

Secara umum, kerokan aman jika dilakukan dengan benar dan tidak berlebihan. Tapi tetap perhatikan:

  • Gunakan alat bersih dan tidak tajam

  • Jangan kerok terlalu keras hingga melukai kulit

  • Hindari kerokan jika sedang demam tinggi, memiliki penyakit kulit, atau gangguan pembekuan darah

Kesimpulan

Sensasi lega setelah dikerok ternyata bisa dijelaskan secara ilmiah melalui mekanisme aliran darah, pelepasan hormon, dan stimulasi saraf. Meski konsep “angin keluar” tidak didukung secara medis, manfaat kerokan tetap nyata bagi banyak orang karena efek fisiologis dan psikologis yang ditimbulkannya. Dengan penggunaan yang bijak, kerokan bisa menjadi bagian dari perawatan mandiri yang efektif, terutama saat tubuh mulai terasa tidak enak.

Referensi

https://www.halodoc.com/artikel/ini-alasan-tubuh-lebih-enak-setelah-kerokan?srsltid=AfmBOoonlyVojYqLEyTTNc9TFbgbNlmOHsDXrTRusOSZj0TXdMqoCFXy

Kategori

Artikel Terbaru