628218425629
keiko.alkes@gmail.com
Penjualan dan Sewa Alat Kesehatan

Blog

Gambar Artikel
Kesehatan

MENGENAL JENIS-JENIS RABUN

2025-10-13

Masalah penglihatan adalah gangguan yang umum terjadi di berbagai kelompok usia. Di antara gangguan tersebut, tiga jenis rabun paling sering ditemui, yaitu miopi (rabun jauh), hipermetropi (rabun dekat), dan astigmatisme (silinder). Ketiganya memiliki gejala dan penyebab yang berbeda, sehingga penting untuk memahaminya agar bisa ditangani dengan tepat.

1. Miopi (Rabun Jauh)

Apa itu Miopi?

Miopi atau rabun jauh adalah kondisi ketika seseorang kesulitan melihat objek yang jauh, namun bisa melihat objek yang dekat dengan jelas.

Penyebab:

Miopi terjadi ketika bola mata terlalu panjang atau kornea terlalu melengkung, sehingga cahaya yang masuk difokuskan di depan retina, bukan tepat di atasnya.

Gejala:

  • Pandangan kabur saat melihat objek jauh (misalnya papan tulis atau rambu lalu lintas)

  • Sering menyipitkan mata

  • Sakit kepala karena tegang mata

  • Kebutuhan untuk mendekat saat membaca atau menonton

Penanganan:

  • Kacamata atau lensa kontak berlensa cekung (minus)

  • Operasi refraktif seperti LASIK

2. Hipermetropi (Rabun Dekat)

Apa itu Hipermetropi?

Hipermetropi atau rabun dekat adalah kondisi ketika seseorang kesulitan melihat objek yang dekat, sementara penglihatan jauh cenderung lebih jelas.

Penyebab:

Terjadi ketika bola mata terlalu pendek atau kornea terlalu datar, sehingga cahaya yang masuk difokuskan di belakang retina.

Gejala:

  • Pandangan kabur saat membaca buku atau melihat layar HP

  • Mata cepat lelah saat membaca

  • Sakit kepala, terutama setelah aktivitas visual jarak dekat

Penanganan:

  • Kacamata atau lensa kontak berlensa cembung (plus)

  • Operasi refraktif juga bisa menjadi pilihan

3. Astigmatisme (Silinder)

Apa itu Astigmatisme?

Astigmatisme adalah gangguan penglihatan akibat bentuk kornea atau lensa yang tidak simetris, sehingga cahaya tidak difokuskan merata pada retina.

Penyebab:

Kornea yang normal berbentuk bulat seperti bola, tetapi pada astigmatisme bentuknya lebih seperti bola telur. Hal ini menyebabkan bayangan benda tampak kabur atau terdistorsi, baik dari jarak dekat maupun jauh.

Gejala:

  • Penglihatan buram atau bergelombang

  • Sulit melihat di malam hari

  • Mata lelah atau tegang

  • Sering menyipitkan mata

Penanganan:

  • Kacamata atau lensa kontak silindris

  • Operasi refraktif juga tersedia untuk kasus astigmatisme sedang hingga berat

Kapan Harus ke Dokter Mata?

Segera periksa ke dokter mata jika kamu mengalami gejala-gejala berikut:

  • Sering menyipitkan mata untuk melihat jelas

  • Sakit kepala berulang

  • Penglihatan ganda atau buram

  • Kesulitan beraktivitas karena gangguan penglihatan

Pemeriksaan mata secara rutin sangat penting, terutama bagi anak-anak, lansia, atau mereka yang banyak bekerja di depan layar.

Kesimpulan

Miopi, hipermetropi, dan astigmatisme adalah gangguan penglihatan umum yang bisa ditangani dengan mudah jika dikenali sejak dini. Menggunakan alat bantu seperti kacamata, lensa kontak, atau menjalani tindakan medis dapat membantu memperbaiki kualitas hidup. Jangan abaikan gejala rabun, karena penglihatan yang baik adalah kunci untuk menjalani aktivitas sehari-hari dengan optimal.

Referensi

https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/1715/rabun-pada-mata-jenis-penyebab-dan-gejalanya

https://www.alodokter.com/astigmatisme#:~:text=Astigmatisme%20adalah%20gangguan%20penglihatan%20akibat,kelainan%20pada%20kelengkungan%20lensa%20mata

Kategori

Artikel Terbaru