Bekam merupakan salah satu terapi komplementer yang menggunakan alat seperti cup atau cangkir bekam untuk memberikan tekanan negatif pada kulit. Pada metode tertentu, seperti bekam basah, terdapat proses yang melibatkan penusukan kulit dan darah. Karena itu, kebersihan alat menjadi salah satu hal yang sangat penting. Alat yang tidak bersih atau tidak diproses dengan benar dapat meningkatkan risiko kontaminasi dan infeksi. Peralatan bekam dapat bersentuhan langsung dengan kulit. Pada bekam basah, beberapa alat bahkan dapat bersentuhan dengan darah. Jika alat terkontaminasi dan digunakan kembali tanpa proses pembersihan atau sterilisasi yang tepat, mikroorganisme dapat berpindah dari satu orang ke orang lain. Risiko ini dapat diminimalkan dengan menerapkan pencegahan dan pengendalian infeksi yang sesuai. Penggunaan alat yang tidak bersih dapat meningkatkan risiko: Bakteri dapat masuk melalui luka atau tusukan pada kulit dan menyebabkan kemerahan, nyeri, bengkak, atau keluarnya cairan dari area tersebut. Pada bekam basah, penggunaan jarum atau lancet yang tidak steril atau digunakan kembali dapat meningkatkan risiko penularan penyakit yang ditularkan melalui darah. Karena itu, alat yang menembus kulit harus steril dan sekali pakai. Peralatan yang digunakan dari satu orang ke orang lain tanpa proses dekontaminasi yang benar dapat menjadi media perpindahan mikroorganisme. Cup yang dapat digunakan kembali harus melalui proses pembersihan dan pemrosesan ulang sesuai petunjuk produsen serta standar pencegahan infeksi. Membersihkan dengan air saja tidak selalu cukup untuk memastikan alat bebas dari mikroorganisme. Untuk tindakan yang menembus kulit, gunakan jarum atau lancet steril sekali pakai. Jangan pernah menggunakan kembali alat yang sudah digunakan pada orang lain. Gunakan sarung tangan sesuai kebutuhan, terutama ketika terdapat kemungkinan kontak dengan darah atau cairan tubuh. Sarung tangan bukan pengganti kebersihan tangan. Cuci atau bersihkan tangan sesuai prosedur sebelum dan setelah tindakan. Area kulit perlu dipersiapkan menggunakan antiseptik yang sesuai dengan prosedur sebelum tindakan yang menembus kulit. Bekam basah dapat menghasilkan lancet bekas, kasa yang terkontaminasi darah, kapas, dan bahan lainnya. Benda tajam seperti jarum dan lancet harus segera dimasukkan ke wadah khusus benda tajam. Limbah yang terkontaminasi darah juga harus dikelola sesuai prosedur limbah medis yang berlaku. Jangan membuang jarum atau lancet bekas ke tempat sampah biasa. Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah menganggap alat sudah aman hanya karena terlihat bersih. Alat yang tampak bersih belum tentu bebas dari mikroorganisme. Karena itu, pembersihan, disinfeksi, atau sterilisasi harus dilakukan sesuai jenis alat dan tingkat risiko penggunaannya. Terutama untuk bekam basah, prosedur sebaiknya dilakukan oleh praktisi yang kompeten dan memahami: Pencegahan dan pengendalian infeksi. Teknik yang higienis. Penggunaan alat steril. Penanganan darah. Pengelolaan limbah benda tajam. Penanganan jika terjadi perdarahan atau komplikasi. Bekam juga bukan pengganti pemeriksaan dan pengobatan medis untuk penyakit tertentu. Setelah tindakan, perhatikan kondisi kulit. Segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan jika muncul: Kemerahan yang semakin meluas. Nyeri yang semakin berat. Bengkak berlebihan. Kulit terasa panas. Keluar nanah atau cairan yang tidak normal. Demam. Luka tidak kunjung membaik. Kebersihan alat bekam sangat penting untuk membantu mencegah kontaminasi dan mengurangi risiko infeksi. Hal ini menjadi semakin penting pada bekam basah karena prosedurnya melibatkan luka pada kulit dan darah. Gunakan alat steril sekali pakai untuk tindakan yang menembus kulit, proses alat yang dapat digunakan kembali sesuai prosedur, jaga kebersihan tangan, dan kelola limbah dengan benar. ???? Alat yang terlihat bersih belum tentu aman. Dalam bekam, kebersihan bukan sekadar pilihan, tetapi bagian penting dari keselamatan.???? Mengapa Kebersihan Alat Bekam Penting?
???? Apa Risiko Menggunakan Alat yang Tidak Higienis?
1. Infeksi pada Kulit
2. Penularan Penyakit melalui Darah
3. Kontaminasi Silang
???? Bagaimana Menjaga Kebersihan Alat Bekam?
???? Cup Bekam yang Dapat Digunakan Kembali
???? Jarum atau Lancet
???? Sarung Tangan
???? Antiseptik
????? Jangan Lupakan Pengelolaan Limbah
?? Jangan Hanya Mengandalkan Tampilan Bersih
??????? Siapa yang Sebaiknya Melakukan Bekam?
???? Waspadai Tanda Infeksi Setelah Bekam
Kesimpulan